Bagipenulis, agar dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam menerapkan teori perkuliahan pada dunia nyata, khususnya di bidang pemasaran. 1.5 Sistematika Penulisan Dalam penulisan skripsi ini penulis kemukakan kedalam enam bab dapat diperincikan satu persatu sebagai berikut : Bab pertama terdiri dari latar belakang masalah Adasebuah filosofi yang akan dicapai dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang didasarkan pada sebuah prinsip Otonomi Daerah, diantaranya yaitu masyarakat yang tinggal di daerah seharusnya mendapatkan manfaat yang nyata dari keberadaan sumber daya alam yang di miliki daerahnya. Namun hal in i akan terwujud dengan efektif apabila pelaksanaan pengelolaaan lingkungan hidup didasarkan pada A Latar Belakang. Di era globalisasi ini banyak sekali terdapat merk-merk sepeda motor yang ditawarkan kepada konsumen seperti merk HONDA, HONDA, SUZUKI, KAWASAKI, KTM dan lain sebagainya. Dimana masing-masing merk motor tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan merk lain maka, kegiatan pemasaran yang baik dan Iniadalah hal-hal yang dapat menyebabkan hilangnya modal, yang merupakan risiko yang benar nilai investasi. Strategi dalam menangani risiko dalam nilai investasi adalah bahwa, setelah melakukan semua yang mungkin untuk menghilangkan risiko yang diketahui, Anda berjaga terhadap ketidakpastian residual melalui margin of safety. Daribeberapa pertimbangan yang sudah kemukakan, maka pemilihan media adalah salah satu cara guru untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran siswa kelas IV, agar dapat mempermudah siswa dalam memahami materi daur hidup dengan memilih menggunakan media Ritatoon. Ritatoon yakni media tiga dimensi yang terdiri dari KesultananMelayu Melaka (Jawi: ‏ کسلطانن ملايو ملاک ‎ ‎) merupakan sebuah kesultanan Melayu yang berpusat di negeri Melaka, Malaysia zaman moden.Tesis sejarah konvensional menandakan tahun 1400 sebagai tahun penubuhan kesultanan Melaka oleh Raja Singapura, Parameswara, juga dikenali sebagai Iskandar Shah (selepas beliau memeluk Islam) yang berasal dari Palembang. MATERI PEMBELAJARAN. Materi pembelajaran (instuctional materials) adalah bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. yCs3XZr. Sistem infomasi geografi dalam perkembangannya telah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada kurun waktu tertentu. Hal inilah menjadi penyebab SIG banyak untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang segi kehidupan dalam keseharian. Misalnya saja kegunaan SIG dalam tata guna lahan, telekomunikasi, transportasi, perencanaan pembangunan, sumber daya alam, dan pengawasan berbagai jenis bencana alam yang terjadi di planet bumi. SIG Sistem Infomasi Geografi Sistem Infomasi Geografi adalah kumpulan beberapa komponen-komponen SIG yang berkolaborasi menjadi satu untuk melakukan kajian secara spesifik dan mendalam, dari tahapan penyajian data penelitian yang telah direncanakan sebelumnya. Arti ini sejalan dengan keunggulan SIG yang bisa dilihat dalam berbagal bidang pemanfaatannya, sehingga menjadi pembeda dengan kegunaan penginderaan jauh Indraja yang dapat memperkuat hasil penelitian dalam cabang ilmu geografi. Manfaat SIG Adapun pemanfaatan sistem infomasi geografi secara umum, dapat diterapkan pada berbagai bidang berikut; Tata Guna Lahan Telekomunikasi dan Transportasi Perencanaan Pembangunan Pengelolaan SDM Pengawasan Bencana Alam Penjelasan dari pemanfaatan SIG dalam berbagai bidang tersebut, beserta dengan contohnya antara lain; Tata Guna Lahan Manfaat sistem infomasi geografi yang dapat dijalankan, khususnya untuk tata kelola dalam lahan, antara lain sebagai berikut; SIG dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk proses penentuan kesesuaian lahan melalui zoning sesuai karakteristik lahan SIG secara umum dapat bermanfaat untuk proses penentuan lokasi untuk pembangunan fasilitas-fasilitas umum agar penggunaannya berjalan efektif Manfaat SIG dapat menjadi penentuan atas arahan pengembangan kawasan, misalnya kawasan budi daya, konservasi, dan pertanian Keutumaan SIG dapat dijadikan sebagai landasan awal dalam informasi spasial untuk pembangunan ruang terbuka hijau RTH dan jalur hijau Telekomunikasi dan Transportasi Adapun kegunaan SIG yang menjadi simbul fasilitas telekominikasi serta transportasi, antara lain adalah sebagai berikut; Penentuan lokasi pembangunan Base Transceiver Station BTS pada jaringan seluler SIG dapat dijadikan sebagai lahan manajemen jaringan kabel dan pengguna layanan telekomunikasi SIG dapat dijadikan sebagai alat identifikasi untuk jaringan atau sambungan yang mengalami kerusakan SIG dapat dipergunakan untuk proses penentuan jaringan transportasi dan rekayasa lalu untas SIG dapat bermanfaat untuk penentuan tingkat aksesibilitas suatu wilayah Perencanaan Pembangunan Kebermanfaat dalam SIG, khususnya untuk perencanaan pembangunan dalam upaya mendorong terjadi pendapatan perekonomian masyarakat yang tinggi. Antara lain adalah sebagai berikut; SIG dapat dimanfaatkan untuk penentuan lokasi pembangunan kawasan permukiman, berbagai jenis industri, dan fasilitas umum SIG dalam perencanaan pembangunan sejatinya bisa dimaksimalkan untuk pariwisata misalnya dalam proses inventarisasi serta analisis potensi pariwisata untuk pengmbangan ekonomi masyarakat. Kasus ini misalnya saja khusus dalam hal ini dapat di contohkan sebagai NTB, yang dikenal dengan Wisata Halal dengan dinasti beberapa wilayah Pulau Lombok SIG dapat dimanfaatkan dalam pendataan dan pengembangan pusat pusat pertumbuhan dan pembangunan Pengelolaan Sumber Daya Alam Adapun manfaat lainnya, dalam proses pengelolaan SDA Sumber Daya Alam yang dikelola oleh manusia, baik Bahan Bakar, Minyak, Gas Bumi, dan lainnya. Antara lain sebagai berikut; Dipergunakan sebagai analisis dan pengembangan potensi daerah SIG dapat dimanfaatkan sebagai inventarisasi atas beragam sumber daya alam SIG dapat dipergunakan sebagai proses penentuan tingkat kekritisan lahan Penentuan kelas kemampuan lahan yang dijadikan sebagai upaya melihat potensi SDA nya Pengawasan Bencana Alam Selanjutnya, untuk manfaaat SIG dalam pengawasan bancana alam dapatlah dipergunakan untuk keperluan sebagai berikut; Pemantauan wilayah yang terkena dampak bencana di suatu wilayah/daerah, baik di Indonesia atupun di dunia. SIG dapat dihadikan sebagai proses penentuan tindakan preventif untuk mengurangi dampak bencana alam. SIG dipergunakan untuk menganalisis penentuan zona kawasan rawan bencana sesuai tingkat kerentanannya. SIG diperlukan untuk proses penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca bencana yang terjadi di dalam suatu daerah. Sosial Dalam bidang ilmu sosial, pemanfaatan SIG berguna dalam kajian-kajian sebagai berikut; SIG dalam ilmu sosial untuk menelaan adanya persebaran penduduk. Mengetahuai terkait dengan luas dan persebaran bidang pertanian Militer Kegunaan Sistem Informasi Geografis SIG di bidang militer yang bisa dilihat, antara lain; Perencanaan Logistik Dalam bidang militer ini SIG dapat membantu dalam perencanaan dan pengelolaan logistik militer yakni setidaknya dapat merencanakan rute pengiriman, memperhitungkan kendala topografi dan infrastruktur, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam distribusi pasokan dan pergerakan pasukan. Analisis Intelijen SIG dapat militer dalam bidang ini dipergunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis intelijen militer. Data geografis yang dikumpulkan dari berbagai sumber dapat memberikan wawasan tentang aktivitas musuh, jaringan teroris, dan kerentanan wilayah tertentu. Hal ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan intelijen dan taktik militer. Pemetaan dan Analisis Perencanaan Militer SIG memungkinkan militer untuk memetakan dan menganalisis data geografis terkait dengan misi dan operasi militer. Hal ini dapat meliputi pemetaan infrastruktur, topografi, sumber daya alam, dan lokasi pasukan musuh. Informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan strategi dan taktik militer dengan lebih efektif. Contoh Kebermanfaat SIG Adapun sebagai penjelas atas beragam contoh dari manfaat SIG ini misalnya saja; Provinsi Aceh, Indonesia Ketika di Provinsi Aceh terkena Bencana Tsunami pada Tahun 2004. Pada saat itulah digambarkan secara jelas dari proses tahapan bencana, dan dampak kerugian yang diakibatkan dari kebencanaan tersebut. Dalam hal inilah peranan SIG memberikan kotribusi nyata kepada masyarakat dan pemerintah, khususnya untuk upaya memberikan perlindungan serta memberikan rekonsialiasi atas dampak yang terjadi dalam bencana alam tsunami yang telah disebutkan. Dari serangkaian penjelasan tentang manfaat SIG diatas, secara umum tidak terlepas dari keunggulan yang diberikan. Salah satunya SIG bisa dengan mudah menganalisas data spasial dan nonspasial sehingga seolah mengefensinesi peranan peneliti untuk lebih mempergunakan SIG. Semoga melalui penjelasan tentang manfaat SIG dalam berbagai bidang kehidupan ini bisa memberikan wawasan dan mampu meningkatkan ilmu pengetahuan bagi segenap pembaca yang saat ini membutuhkan materi pelajaran tentang SIG. Evi FebrianiE-mail evifebriani35 Sistem Informasi Geografis merupakan sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Meningkatnya pemanfaatan Teknologi Sistem Informasi Geografis SIG, memicu banyaknya studi yang menggunakan pendekatan spasial untuk menyajikan informasi kesehatan dalam bentuk peta. Jika dilihat dari sisi pengguna, telah banyak stakeholder yang telah menggunakan SIG. Sedangkan akademisi atau insitusi pendidikan seperti dosen, peneliti dan mahasiswa memanfaatkan SIG untuk mencari hubungan sebab akibat kejadian penyakit atau untuk proses pembelajaran dan pendidikan. Pada kesehatan masyarakat Sistem Informasi Geografis SIG dapat digunakan untuk menggambarkan besar masalah kesehatan dan identifikasi determinan kesehatan yang spesifik, sebagai masukan proses pengambilan keputusan, surveilans, intervensi kesehatan dan strategi pencegahan penyakit, serta untuk analisis epidemiologi dan manajemen kesehatan masyarakatKata Kunci Sistem Informasi Geografis SIG, pemanfaatan, bidang kesehatan PENDAHULUANPada saat sekarang ini informasi dapat dipetakan dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis SIG atau dikenal pula dengan GIS Geographical Information System. SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa, dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang diolah pada SIG adalah data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya, sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti lokasi, kondisi, tren, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan sistem informasi lainnya Harison & Syarif, 2016.Sistem Informasi Geografis yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis yang ada di permukaan bumi ini secara letak geografis maupun titik-titik koordinat yang ada Aronoff, 1989. SIG dalam perkembangnya, telah menjadi alat yang memiliki dampak positif dan efektif dalam proses perencanaan yang berbasis komunitas untuk pembuatan suatu keputusan ilmiah dalam pengembangan aktivitas program. Pemanfaatan SIG secara terpadu dalam sistem pengolahan citra digital untuk memperbaiki hasil Sistem Informasi Geografis SIG saat ini telah berkembang dengan cepat. Bahkan pemanfaatannya tidak hanya terbatas di bidang geografi saja tetapi telah merambah ke berbagai bidang, tidak terkecuali dalam bidang kesehatan. Di bidang kesehatan masyarakat sendiri, teknologi ini banyak dimanfaatkan para praktisi kesehatan untuk menganalisis kesenjangan dalam memperoleh pelayanan kesehatan, menganalisis kejadian luar biasa KLB suatu penyakit, dan menilai priotitas penggunaan sumber daya yang terbatas untuk meningkatkan level kesehatan masyarakat Riner et al., 2004.Lebih khusus, di bidang statistik kesehatan, SIG dapat digunakan untuk menganalisis, dan memetakan data-data kesehatan, seperti pemetaan distribusi geografis dari suatu populasi beresiko, distribusi penyakit dan masalah kesehatan, distribusi lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, dan analisis faktor resiko kejadian penyakit,. Bahkan, teknologi ini dapat digunakan untuk menilai hubungan antara faktor resiko dan dampak kesehatan yang ditimbulkan dari suatu masalah kesehatan lingkungan, dan akibat penyakit-penyakit menular serta penyakit bawaan vektor . Hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan target populasi dan target wilayah yang menjadi prioritas untuk dilakukan suatu upaya intervensi kesehatan Cromley & McLafferty, 2011 dalam Rahmanti & Prasetyo, 2012.PEMBAHASANSistem Informasi Geografis SIGSistem Informasi Geografis SIG merupakan suatu sistem informasi berbasis komputer computer based systems yang memungkinkan seorang peneliti untuk mengambil, menyimpan, memanipulasi, melakukan pemodelan, melakukan analisis dan penyajian data yang bersifat spasial/bereferensi keruangan Lai et al., 2009. Pada dasarnya sistem ini merupakan suatu manajemen database yang memungkinkan analisis informasi dari berbagai sumber data yang berbeda, dengan catatan data tersebut memiliki unsur-unsur kespasialan, sperti koordinat lokasi geografis, tercakup dalam kelompok area geografis tertentu, dan lain - lain. Teknologi ini juga memungkinkan analisis hubungan spasial antara dimensi yang berbeda. Sampai saat ini, pemanfaatan SIG meliputi perencanaan penggunaan lahan, keperluan survey/riset pasar, surveilans epidemiologi, manajemen sumber daya, perencanaan demografi dan pendidikan United Nations Economic Commision of Africa, 2005 dalam Rahmanti & Prasetyo, 2012.Peran dan Manfaat Sistem Informasi Geografis di Bidang Kesehatan Penyajian informasi kesehatan dengan menggabungkan antara data dan peta bukanlah hal baru dalam bidang kesehatan. Pada tahun 1854, John Snow secara manual menampilkan informasi wabah kolera dalam bentuk peta sehingga dapat menentukan sumber penularan penyakit, tanpa mengetahui jenis bakteri dan cara penularan wabah Riner et al., 2004. Sejak saat itu, penggunaan SIG berkembang lebih luas, tidak hanya terbatas untuk memetakan distribusi penyakit tetapi juga distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan. Saat ini di negara berkembang, teknologi SIG mulai marak digunakan tidak hanya untuk mengetahui aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tetapi juga untuk merencanakan lokasi pusat pengobatan, misalnya untuk beberapa penyakit menular, seperti malaria, Tuberculosis, Demam Berdarah Dengue, bahkan untuk mengetahui akses terhadap pengobatan HIV, pelayanan kesehatan mental, dan pusat pelayanan kanker Higgs, 2005. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi Geografi Information System GIS yaitu bermanfaat bagi sistem pengawasan Tuberkulosis. Jarak dapat menjadi pertimbangan dalam metode perencanaan untuk meningkatkan akses bagi mereka yang tinggal jauh dari layanan diagnostik Tuberkulosis, dengan demikian dapat meningkatkan deteksi Tuberkulosis Bui LV et al., 2018 dalam Jumakil, Tina, & Mahendra, 2019.Meskipun SIG pertama kali populer dalam pemberantasan penyakit kolera, namun manfaat SIG lebih luas lagi. Berikut ini akan dibahas mengenai potensi pemanfaatan sistem informasi geografis dilihat dari sisi pengguna, baik dari akademisi, institusi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, provider asuransi kesehatan, dan indistrusi pengembang aplikasi Bagi Akademisi Institusi Pendidikan, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa Berbagai manfaat bagi akademisi antara lain a. Untuk memetakan persebaran Evaluasi cakupan asal Keperluan penelitian dan Bagi Institusi Kesehatan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, baik tingkat Provinsi masupun Kabupatena. Untuk melakukan analisis spasial clustering penyakit pemetaan distribusi penyakit, pemetaan faktor resiko lingkungan, analisis temporal dan trend kejadian outbreak secara geografis, dan analisis resiko penyebaran penyakit menular.b. Analisis bahaya Menganalisis ekologi penyakit yang disebarkan oleh vektor pemetaan dan monitoring epidemiologi.d. Pemetaan kebutuhan pelayanan Menganalisis akses terhadap Pelayanan Kesehatan pemetaan lokasi pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan.3. Bagi fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas, Rumah Sakit, dan Balai Pelayanan Kesehatan a. Sebagai alat untuk menganalisis morbiditas penyakit di suatu wilayah untuk kemungkinan Menganalisis utilisasi pelayanan kesehatan berdasarkan jumlah dan asal kunjungan Menganalisis distribusi dan kesenjangan pelayanan Bagi Industri Penyedia Aplikasi Kesehatan a. Untuk keperluan pengembangan aplikasi dengan menambahkan fitur-fitur SIG dalam tampilan Untuk menggambarkan cakupan pengguna aplikasi sistem informasi, seperti SIMPUS, SIM RS serta analisa pasar pengguna aplikasi sistem informasi Bagi Provider Asuransi Kesehatana. Untuk mengetahui persebaran dokter Untuk mengetahui persebaran rekanan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayan kesehatan bagi seluruh Untuk menganalisa pasar dalam pengembangan cakupan kepesertaan asuransi kesehatan masyarakat Sistem Informasi Geografis SIG dapat digunakan untuk menggambarkan besar masalah kesehatan dan identifikasi determinan kesehatan yang spesifik, sebagai masukan proses pengambilan keputusan, surveilans, intervensi kesehatan dan strategi pencegahan penyakit, serta untuk analisis epidemiologi dan manajemen kesehatan masyarakat Indriasih, 2008.Aplikasi Utama SIG dalam Kesehatan Masyarakata. Membuat gambaran spasial dari peristiwa Identifikasi risiko pekerjaan, lingkungan, kelompok risiko tinggi dan daerah Stratifikasi faktor Analisis situasi kesehatan di suatu daerah geografis Analisis pola penyakit pada berbagai tingkat Surveilans dan monitoring kesehatan Perencanaan dan target upaya Alokasi sumber daya Evaluasi suatu intervensi pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Geografis SIG adalah suatu sistem informasi berbasis komputer computer based systems yang memungkinkan seorang peneliti untuk mengambil, menyimpan, memanipulasi, melakukan pemodelan, melakukan analisis dan penyajian data yang bersifat spasial/bereferensi keruangan. SIG juga memiliki peran dan manfaat dalam berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan. Pada kesehatan masyarakat Sistem Informasi Geografis SIG dapat digunakan untuk menggambarkan besar masalah kesehatan dan identifikasi determinan kesehatan yang spesifik, sebagai masukan proses pengambilan keputusan, surveilans, intervensi kesehatan dan strategi pencegahan penyakit, serta untuk analisis epidemiologi dan manajemen kesehatan PUSTAKAHarison, & Syarif, A. 2016. Sistem Informasi Geografis Sarana Pada Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal TEKNOIF, 42, 40– Endang, 2008. Sistem Informasi Geografis SIG Dalam Bidang Kesehatan Masyarakat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 111, Tina, L., & Mahendra, E. 2019. Analisis Spasial TB Paru BTA Positif Di Wilayah Kerja Puskesmas Wuna Tahun 2015-2017. Media Ilmu Kesehatan, 82, 94– A. R., & Prasetyo, A. K. N. 2012. Sistem Informasi Goegrafis Trend Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Bidang Terkait Kesehatan. ISSN 2301-9360, 6–12. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang03 Januari 2022 1711Halo Sulam, kakak bantu jawab ya Manfaat SIG dalam Bidang kesehatan antara lain 1. Menyediakan informasi tentang penyedia layanan kesehatan 2. Mengawasi dan menganalisis penyebaran penyakit berbahaya 3. Menginvestasi masalah serta resiko kesehatan di masyarakat 4. Memonitor status kesehatan masyarakat 5. Membantu menanggulangi bencana 6. Menyediakan informasi tentang aksesbilitas dan ketersediaan air. SIG atau Sistem Informasi geografis adalah suatu sistem yang bertugas menyajikan, mengumpulkan, suatu data atau informasi terkait geografi. Salah satu manfaat SIG adalah dalam bidang kesehatan tersebut. Semoga membantu ya! Image SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian. SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia. Manfaat SIG dewasa ini khususnya dalam menyongsong pembangunan di masa mendatang semakin penting. Informasi yang dihasilkan SIG merupakan informasi keruangan dan kewilayahan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi data keruangan yang berkaitan dengan sumber daya alam. Juga pembuatan rencana dan kebijakan dalam pembangunan. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat SIG secara lebih terperinci. A. Inventarisasi Sumber Daya Alam Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang serba kompleks. Perkembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci tentang data sumber daya alam, yang mungkin dapat dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alam adalah sebagai berikut a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya. b. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya kawasan lahan potensial dan lahan kritis. kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak. kawasan lahan pertanian dan perkebunan. pemanfaatan perubahan penggunaan lahan. Di bawah ini terdapat beberapa gambar peta hasil SIG yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persebaran kawasan lahan. Gambar ini menunjukkan persebaran sawah dan hutan di Jawa. Dari peta tersebut dapat diketahui di daerah mana saja terdapatnya lahan pertanian, sawah dan kawasan hutan hutan jati dan hutan campuran di Jawa. Gambar menunjukkan persebaran daerah perkebunan di Jawa. Dari peta perkebunan itu didapat informasi mengenai lokasi perkebunan karet, teh, kopi, tembakau, kina dan coklat serta lokasi pabrik gula di Jawa. Gambar menunjukkan penggunaan tanah di Lampung. Dari peta ini diperoleh informasi tentang kawasan lahan yang telah dimanfaatkan dan lahan yang belum dimanfaatkan hutan alang-alang. c. Pengawasan Daerah Rawan Bencana Untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya - memantau luas wilayah bencana alam. - pencegahan terjadinya bencana alam di masa datang. - menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana. Di bawah ini terdapat contoh informasi hasil SIG yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan daerah bencana alam. Gambar menunjukkan daerah gempa di Indonesia. Dengan adanya informasi SIG ini, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dianggap rawan gempa. Gambar dan gambar adalah peta DAS Daerah Aliran Sungai Solo serta DAS Mahakam. Dengan adanya informasi kondisi kedua DAS sungai tersebut, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap daerah yang sering dilanda banjir. Kemudian menyusun rencana upaya penanggulangannya, misalnya dengan cara membuat bendungan waduk. B. Perencanaan Pola Pembangunan SIG tidak hanya penting bagi pakar geografi, tetapi juga bagi pakar perencana pembangunan dan perencana penataan ruang. Perencana atau penata ruang dengan berpola SIG tidak hanya melihat dari sudut lingkungan fisik saja, tetapi juga lingkungan sosial, ekonomi dan kependudukan. Dalam penataan ruang, SIG bermanfaat sebagai acuan perencanaan pembangunan, agar pembangunan dapat terencana lebih awal dan tidak tumbuh semrawut tidak teratur serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Berikut ini contoh manfaat SIG dalam perencanaan pola pembangunan. a. Pembangunan waduk PLTA Saguling Dilihat dari lingkungan fisiknya, lokasi proyek PLTA Saguling sangat potensial dibangun waduk bendungan raksasa. Pernahkah Anda melihat waduk? Dengan SIG, pembangunan waduk tidak hanya memperhatikan faktor kecocokan fisik saja, tetapi juga faktor-faktor sosial ekonomi penduduk di sekitar proyek tersebut. Dengan dibangunnya waduk raksasa, pola kehidupan masyarakat yang sebelumnya serba darat akan berubah menjadi pola kehidupan darat dan air. Melalui perencanaan yang matang, masyarakat harus dibina cara dan teknik keselamatan transportasi melayari waduk. cara dan teknik pemanfaatan waduk sebagai sumber penghidupan perikanan terapung. cara dan teknik membuat alat-alat penunjang sumber kehidupan dan teknik pemanfaatannya, contohnya keramba, makanan ikan dan jarak keramba dengan keramba lainnya. Peta lokasi dan situasi proyek Saguling hasil keluaran SIG menjadi sarana kunci dalam perencanaan pembangunan PLTA tersebut. Dengan informasi SIG pembangunan waduk Saguling juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. b. Pemekaran Kota Bandung Perluasan kota terutama di Jawa terus tumbuh, sehingga perluasan lahan tidak dapat dihindari. Pemekaran kota di Jawa, terutama akibat arus urbanisasi dan perpindahan penduduk dari luar Jawa ke Jawa. Salah satu kota yang mengalami pemekaran di antaranya Kotamadya Bandung lihat gambar Wilayah Kotamadya Bandung dengan luas hektar, tidak mampu lagi menampung penduduk sejumlah 1,5 juta jiwa. Sementara arus urbanisasi dari daerah belakangnya sekitarnya terus mengalir. Permukiman kumuh slum area yang semakin meluas dan kemacetan lalu-lintas menambah kesemrawutan kota, karena itu usaha pemekaran kota tidak dapat dihindari. Bertambahnya luas Kota Bandung dari hektar menjadi sekitar hektar tentu disertai dengan perencanaan tata ruang. Penataan ruang tentu berkaitan dengan pembangunan sarana dan fasilitas fisik, sosial, ekonomi dan kependudukan. Peta hasil keluaran SIG menjadi sarana kunci bagi pakar perencana dan penata ruang tersebut. Sehingga tercipta tata ruang yang dinamis dan tetap memelihara kelestarian lingkungan hidup. C. Bidang Sosial Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut Mengetahui potensi dan persebaran penduduk. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran. Berikut ini disajikan beberapa peta hasil SIG yang dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dari peta tersebut dapat diketahui daerah mana saja di Jawa ini yang kepadatan penduduknya tinggi. Dari gambar dapat diketahui daerah di Indonesia yang memiliki jaringan transportasi terpadat, dan kemungkinan pengembangan jaringan transportasi di daerah yang jaringan transportasinya masih kurang. Dari gambar dapat diketahui wilayah Indonesia yang industrinya banyak dan kemungkinan pengembangannya di wilayah yang masih kurang, sehingga industri di Indonesia tidak terpusat di satu tempat saja. Berdasarkan gambar dapat diketahui persebaran pariwisata di Indonesia, dan kemungkinan pengembangannya di wilayah lain. D. Tata Guna Lahan Manfaat SIG yang dapat dijalnakan, khususnya untuk tata kelola dalam lahan, antara lain sebagai berikut; Penentuan kesesuaian lahan melalui zoning sesuai karakteristik lahan. SIG secara umum dapat bermanfaat untuk proses penentuan lokasi untuk pembangunan fasilitas-fasilitas umum agar penggunaannya berjalan efektif. Manfaat SIG dapat menjadi penentuan atas arahan pengembangan kawasan, misalnya kawasan budi daya, konservasi, dan pertanian. Keutumaan SIG dapat dijadikan sebagai landasan awal dalam informasi spasial untuk pembangunan ruang terbuka hijau RTH dan jalur hijau. E. Telekomunikasi dan Transportasi Adapun kegunaan SIG yang menjadi simbul fasilitas telekominikasi serta transportasi, antara lain adalah sebagai berikut; Penentuan lokasi pembangunan Base Transceiver Station BTS pada jaringan seluler SIG dapat dijadikan sebagai lahan manajemen jaringan kabel dan pengguna layanan telekomunikasi. SIG dapat dijadikan sebagai alat identifikasi untuk jaringan atau sambungan yang mengalami kerusakan. SIG dapat dipergunakan untuk proses penentuan jaringan transportasi dan rekayasa lalu untas. SIG dapat bermanfaat untuk penentuan tingkat aksesibilitas suatu wilayah. Daftar Pustaka Romenah, dkk. 2015. Modul Sistem Informasi Geografis. KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 PEMANFAATAN SIG UNTUK KESEHATAN LINGKUNGANA. Tujuan PembelajaranSetelah kegiatan pembelajaran 4 ini kalian diharapkan mampu menganalisis pemanfaatan SIG dalam bidang Uraian Materi1. Pengertian Kesehatan LingkunganHAKLI Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia kesehatan lingkungan ialah suatu kondisi lingkungan yang dapat menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan World Health Organization kesehatan lingkungan ialah suatu keseimbangan ekologi yang harus tercipta diantara manusia dengan lingkungannya agar bisa menjamin keadaan sehat dari Pasal 22 ayat 2 UU No 23 tahun 1992 sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut1. Tempat umum hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang Lingkungan pemukiman rumah tinggal, asrama atauyang sejenisnya3. Lingkungan kerja perkantoran, kawasan industri atau yang sejenisnya4. Angkutan umum kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum5. Lingkungan lainnya misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dalam keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar-besaran, atau tempat yang bersifat khusus Pengaruh Lingkungan Terhadap KesehatanMenurut Blum ada empat peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan kesehatan, yaitu a. ReservoirPeran lingkungan sebagai reservoir dapat dijelaskan dengan adanya manusia, hewan dan benda sebagai tempat berkembang biaknya bibit penyakit. Contoh air kotor, sampah dan Sebagai Agent penyebab penyakitContoh peran lingkungan sebagai penyebab penyakit adanya beberapa mikroba penyebab penyakit baik dari golongan bakteri, jamur, virus maupun protozoa, adanya zat-zat kimia. Pengaruh di lingkungan, adanya radiasi, tekanan udara, aliran listrik dan Medium TransmisiPeran lingkungan sebagai medium transmisi dikarenakan lingkungan dapat berperan sebagai benda perantara agent. Contoh udara, air, makanan dan VektorPeran lingkungan sebagai penular atau penyebar penyakit dikarenakan di lingkungan terdapat beberapa hewan yang berperan sebagai vektor penular atau pemindah bibit penyakit sehingga terjadi penularan. Contoh lalat, kecoa, nyamuk dan Pemanfaatan SIG untuk Kajian Kesehatan LingkunganSistem informasi geografis melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki banyak manfaat termasuk untuk kajian kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, sejak tahun 1990 di Indonesia telah dimulai peningkatan dan perkembangan SIG sebagai bagian informasi oleh industri kesehatan, baik institusi, kesehatan yang dimiliki pemerintah maupun informasi geografi dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit, pola, atau model penyebaran penyakit. Penentuan distribusi unit-unit rumah sakit ataupun tenaga medis dapat pula dilakukan dengan SIG Sistem Informasi Geografi Menurut WHO, SIG Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan untuk hal-hal Menentukan distribusi geografis penyakit2. Analisis trend spasial dan temporal3. Pemetaan populasi berisiko4. Stratifikasi faktor risiko5. Perencanaan dan penentuan intervensivikasi6. Monitoring penyakitSistem Informasi Geografis SIG memiliki beberapa keuntungan dalam metode konvensional yang digunakan dalam perencanaan, manajemen dan penelitian kesehatan. 1. Manajemen DataSIG memberikan kemampuan bagi pengguna/user untuk menyimpan, mengintegrasikan, menampilkan dan menganalisis data dari level molekuler terhadap resolusi satelit kepada komponen spasial yang diperoleh dari sumber data yang berbeda. Manajemen data dengan penggunaan Sistem Informasi Geografis SIG dapat mendukung kegiatan survailans penyakit yang sangat membutuhkan keberlangsungan/kontinuitas, sistematika pengumpulan data serta analisis VisualisasiSIG merupakan alat yang akurat untuk menghadirkan informasi spasial terhadap level secara individual dan melakukan model peramalan/ Analisis overlaySIG dapat melakukan analisis secara bersusun dari bagian informasi yang berbeda. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, dan penelitian medis terhadap pemodelan multi-kriteria yang membantu dalam memahami asosiasi/hubungan antara prevalensi penyakit dan gambaran yang Analisis bufferingSIG dapat menciptakan zona/wilayah buffer disekitar daeerah yang dipilih. Radius 10 km untuk menggambarkan area Rumah sakit yang dijangkau, atau 1 km disekitar sungai untuk menandai penularan risiko pencemaran melalui air. Pengguna/user dapat mengkhususkan ukuran buffer dan mengkombinasikan dengan informasi data inseidensi penyakit untuk meperkirakan jumlah kasus yang terjadi dalam zona Analisis statistikSIG dapat menyelesaikan kalkulasi spesifik, seperti proporsi populasi dalam suatu radius tertentu dari suatu pusat kesehatan dan juga mengkalkulasi jarak dan area sebagai contoh jarak suatu masyarakat ke pusat kesehatan serta area yang dicakup oleh program kesehatan tertentu cakupan.6. QuerySIG memberikan interaksi pertanyaan untuk mendapatkan intisari informasi yang dimasukan dalam peta, table, grafik, dan juga dapat menjawab pertanyaan dari lokasi, kondisi, trend dan pemodelan dan pola spasial. SIG secara bertahap diterima dan digunakan oleh administrator dan ahli kesehatan masyarakat termasuk pengambil kebijakan, ahli statistik, ahli epidemiologi, pegawai dinas kesehatan provinsi/ RangkumanDari uraian materi dapat dirangkum beberapa hal berikut1. Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus tercipta di antara manusia dengan lingkungannya agar bisa menjamin keadaan sehat dari Peranan lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan padamanusia antara lain sebagai reservoir, sebagai agen, media transmisi dan Menurut WHO dalam bidang kesehatan peranan SIG antara lain untuk menentukan distribusi geografis penyakit, analisis tren spasial dan temporal, pemetaan populasi berisiko, penilaian distribusi sumber daya, perencanaan dan penentu intervensifikasi dan monitoring Latihan SoalJawablah pertanyaan berikut!1. Apa yang dimaksud kesehatan lingkungan?2. Sebutkan sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan!3. Jelaskan peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan kesehatan!4. Sebutkan manfaat SIG dalam bidang kesehatan masyarakat!5. Bagaimana pemanfaatan SIG dalam penyebaran suatu penyakit?

kemukakan manfaat sig dalam keselamatan masyarakat